Rabu, 21 April 2021

Contoh Penerapan Mikrokontroler Digital

Serangga dan Reaksi Terhadap Cahaya

Serangga  adalah  mahluk  hidup  dengan  spesies terbanyak   didunia.  Total   spesies serangga  sebesar  4-8  juta  sangat  dominan  dibanding  total  spesies  seluruh mahluk  hidup  sebanyak 12.5 juta. Jumlah mahluk hidup yang teridentifikasi sebesar 1.5 juta, jumlah serangga yang teridentifikasi sebesar 950 ribu. Ini berarti jumlah serangga yang teridentifikasi lebih dari 1/2 jumlah mahluk hidup yang teridentifikasi.

Serangga  adalah  kelompok  utama  hama. Menurut pakar perlindungan tanaman, paling tidak ada lima alasan yang dapat mendukung pernyataan tersebut. Pertama : serangga  merupakan  kelompok  terbesar  dalam Bentuk umum serangga dunia  hewan,  kurang  lebih  2/3  spesies  hewan yang  telah  teridentifikasi  adalah  serangga. Kedua : serangga memiliki kemampuan adaptasi yang  tinggi  terhadap  kondisi  lingkungannya. Ketiga : serangga memiliki jenis makanan yang beragam. Keempat : serangga dapat berkembang biak  dengan  cepat. Kelima :  serangga  dapat menjadi resisten terhadap insektisida.

Sebagai makhluk yang memiliki kemampuan adaptasi   yang   tinggi,   serangga   mudah terpengaruh oleh kondisi fisik lingkungan. Oleh karenanya  serangga  hama dapat  dikendalikan secara  fisik,  yakni  melalui  pengaturan  faktor-faktor fisik diantaranya suhu, kelembaban, suara dan cahaya.

Serangga  dapat  dibedakan  dalam berbagai jenis  menurut  kemampuan adaptasi  terhadap faktor  fisik.  Jenis  serangga  fototropik  positif adalah  salah  satu jenis  serangga  yang  tertarik terhadap cahaya. Setiap cahaya yang terpancar memiliki satuan intensitas  tertentu.  Intensitas  cahaya  ini  dapat mempengaruhi perilaku serangga (hama). 

Besarnya intensitas cahaya yang diperlukan sangat  berpengaruh  terhadap  sumber  energi listrik  yang  dibutuhkan.  Suatu  rancangan  catu daya listrik, akan sangat berpengaruh terhadap efesiensi  energi.  Jenis-jenis  serangga  yang mudah  terpengaruh  terhadap  intensitas  cahaya memberikan data untuk merekomendasi bahwa cahaya  dapat  diterapkan  sebagai  pembasmi serangga  hama,  dan  kemudian  serangga  yang tertangkap   juga   dapat   dimanfaatkan   sebagai pakan ternak yang berkualitas.

Salah  satu  sifat  serangga  adalah  memiliki ketertarikan  terhadap  cahaya,  dalam  praktek secara tradisional hal ini telah lama diaplikasikan misalnya menggunakan lampu petromak untuk menangkap   laron   (serangga),   menangkap lalat  buah  dengan  warna  kuning,  menangkap lalat  dengan  warna-warni  yang  mencolok dan  menangkap  nyamuk  mengunakan  cahaya ultraviolet. Bahkan di Malaysia dalam beberapa aplikasi  yang  terbatas  juga  telah  diterapkan dalam bidang pertanian.

 Sumber Berita : https://journal.uhamka.ac.id/index.php/rektek/article/view/113

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar